Stefan Hell and microscope revolution

Stefan W. Hell is a Romanian-born German physicist who won a Nobel Prize in Chemistry in 2014 for his contribution to the development of microscope with super-resolution. His work, with two other scientists, Eric Betzig and William Moerner, helped scientists around the world to see tiny structure with much more detail than before. For more than a century the ability of a light microscope to discriminate two or more objects was limited to several hundreds of nanometer. Meaning that no mater how hard you try you will never be able to see a very small object with size of less than several hundreds of nanometer using your regular light microscope. The limitation was known for more than a century as Abbe’s diffraction limit. Ernst Abbe the German physicist formulated this law in 1873. This law was absolutely a limit to our understanding of many processes happened in very tiny object like biological cell.

Ernst-Abbe-Denkmal_Jena_Fürstengraben_-_20140802_125709
Abbe’s diffraction law is sculptured on Ernst Abbe memorial at Friedrich Schiller Universitat Jena. (By Daniel Mietchen (Own work) [CC0], via Wikimedia Commons)
Continue reading “Stefan Hell and microscope revolution”

Kisah di balik pengamatan gelombang gravitasional: ringkasan buku

51ff656gJ+LPada tanggal 3 Oktober 2017 Rainer Weiss, Kip Thorne, dan Barry Barish diumumkan sebagai pemenang hadial Nobel di bidang fisika atas kontribusi mereka dalam pengembangan LIGO (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory) dan pengamatan gelombang gravitasional. Rainer Weiss dianugerahi setengah dari hadiah Nobel sedangkan Kip Thorne dan Barry Barish sama-sama berbagi setengah hadiah nobel sisanya. Dua tahun sebelumnya, tepatnya pada tanggal 14 September 2015, 100 tahun setelah fisikawan Albert Einstein memublikasikan makalahnya tentang teori relativitas umum, dua obervatorium LIGO di Amerika Serikat berhasil menangkap sinyal gelombang gravitasional dari dua lubang hitang yang bertumbukan. Hadiah Nobel fisika 2017 merupakan buah dari perjuangan ilmuwan-ilmuwan di balik pengembangan LIGO yang sudah berlangsung selama kurang lebih 50 tahun yang lalu.

Continue reading “Kisah di balik pengamatan gelombang gravitasional: ringkasan buku”

Momentum sudut kuantum

Spun
“Spun”, oleh: Randen Pederson

Setiap benda yang berotasi memiliki sebuah kuantitas yang dinamakan memomentum sudut. Momentum sudut menentukan seberapa cepat perputaran sebuah benda  pada satu poros. Momentum sudut adalah besaran vektor yang mengarah sepanjang poros perputaran benda. Kita bisa gunakan tangan kanan kita untuk menentukan vektor momentum sudut. Empat jari yang membentuk tabung adalah arah rotasi, sedang ibu jari kita yang menunjuk ke arah luar tutup tabung adalah vektor momentum sudut. Continue reading “Momentum sudut kuantum”

Batas realitas kuantum dan realitas klasik

zurekcartoon
Pos perbatasan wilayah kuantum dan wilayah klasik yang dijaga Bohr [1]
Saya suka sekali dengan kartun dalam artikel yang ditulis Wojciech Zurek, penggagas konsep dekoherensi kuantum, tentang transisi dari kuantum ke klasik di atas. Ilustrasi di atas menggambarkan dua wilayah yang berbeda tempat realistas berperilaku sangat kontras, wilayah kuantum yang probabilistik tempat kucing Schroedinger hidup dan mati di waktu yang bersamaan (superposisi) dan wilayah klasik yang deterministik yang dapat diamati serta diprediksi dengan hukum Newton. Continue reading “Batas realitas kuantum dan realitas klasik”

Persamaan diferensial biasa

Continue reading “Persamaan diferensial biasa”

Bermain dengan Python: mencari akar kuadrat secara numerik

Sekilas tentang python

python-logo-master-v3-TMPython, mungkin yang ada di pikiran kita ketika mendengar kata ini adalah ular dengan ukuran yang besar yang mampu melilit dan meremukkan tulang-belulang mangsanya kemudian menelan mangsanya dalam sekali lahap. Bermain dengan Python? Pasti sedikit ngeri jika Python yang dimaksud adalah jenis ular dari famili pythonidae ini. Tapi akan menyenangkan jika bermain dengan Python yang lain, yaitu bahasa pemrograman komputer. Ya, Python adalah satu jenis bahasa pemrograman.

Continue reading “Bermain dengan Python: mencari akar kuadrat secara numerik”

Ide-ide dan pengetahuan berkembang melalui dialektika dan skeptisisme, bukan melalui kepercayaan buta yang dogamtis.